bisnis online

Rabu, 10 Agustus 2011

Kolam Renang Kampung Main Cipulir (KMC)


Walaupun sudah agak terlambat, saya infokan bahwa Kampung Main Cipulir sejak 2 bulan lalu telah memiliki kolam renang, yang dinamakan "Kolam Pelangi + Keceh". Diresmikan pada tanggal 4 Juli 2011 oleh Bpk. Ir. Siswono Judo Husodo, keberadaan Kolam Renang diharapkan  mampu menjadikan KMC tujuan wisata penduduk Jakarta.

"Belum lengkap rasanya berwisata tanpa keceriaaan di kolam air yang bening dan bersih". Strategi bisnis wisata inilah yang mendasari pembuatan kolam renang di KMC. Dengan harga tiket Rp. 15.000/ orang, Kolam Renang KMC menawarkan keceriaan yang sukar ditemukan di tempat lain. 

"Besaran  biaya konstruksi berbanding lurus dengan penentuan harga jual tiket dan waktu BEP (Break Event Point) - nya"Karenanya dalam membuat master plan adalah penting  untuk menekan biaya konstruksi agar dapat menjual dengan tiket dengan harga kompetetif. Penggunaan material seperti bambu dan kayu dolken sebagai bahan konstruksi di wisata agro justru dapat menambah keasrian dan keunikan. Menekan biaya operasional kolam renang yang menjamin kebeningan air dan sesuai standar mutu, namun tidak pedih di mata juga perlu extra diperhatikan.

Pada Kolam Renang KMC, letak susunan 3 jenis kolam yang berbeda:
1. kolam Dewasa dengan ukuran 13,5x20m2 dan kedalaman bergradasi 1,2m sd 1,6m,
2. kanak Anak usia 5-12 thn dengan ukuran 13,5x10m2 dan kedalaman 0,8m,
3. kolam Balita berbentuk Oval dengan luas sekitar 100m2 dan kedalaman 0,4m dengan mainan anak seperti prosotan dan ember tumpah.

Bukannya pihak Investor tidak mampu melengkapi Kolam Renang KMC dengan sarana Waterboom. Namun justru KMC membidik pangsa pasar yang tidak terserap oleh tingginya harga tiket masuk untuk menutup biaya (investasi, operasional dan mantenence) yang sangat  besar pada Kolam Renang yang dilengkapi sarana Waterboom. Di KMC contohnya, rombongan pelajar yang mengikuti pelajaran olahraga renang. disekolahnya dapat  mengakomodir tiket masuk dengan harga Rp. 15.000/orang.  

"Kenyamanan dan Kebersihan adalah nilai tambah berwisata air di kolam renang KMC". Selain airnya bening, bersih namun tidak pedih di mata, kamar ganti, bilas, dan toilet yang tersedia cukup banyak untuk rombongan. Begitupun Mushola dan Saung-saung.    

Minggu, 27 Maret 2011

Sensasi Flying Fox di Umbul Sidomukti

Sabtu, 19 Februari 2011

KMC di ANTV 20/02/2011


Berita terkait: Peta Kampung Main Cipulir

Sabtu, 22 Januari 2011

Lintas Petang: “Permainan Outbond Bagi Anak Penyandang Tuna Netra (MNC TV)

"Link KMC di MNC TV.com"

Outbond menjadi alternatif bagi masyarakat untuk melepas stress, namun outbond juga bisa dilakukan para penyandang tuna netra. Dengan keterbatasan penglihatan, mereka dapat melewati rintangan dengan baik.

Anak-anak begitu antusias, untuk mencoba permainan outbond pertama kalinya. Tak jarang, anak-anak dari SLBA, terjatuh atau terperosok saat melewati rintangan yang cukup tinggi, bahkan beberapa anak menangis dan berteriak.

Rasa penasaran mencoba permainan outbond dapat menaklukkan rasa takut mereka. Empat tahun pak Jarot Sujadi memendam keinginan agar para penyandang tuna netra dapat belajar dan merasakan pengalaman seperti anak-anak lainnya, untuk bermain outbond. Pengawasan, instruksi ekstra serta kesabaran, menjadi hal penting agar anak-anak dapat melewati rintangan tanpa rasa takut.

Berita terkait:

Menangis Saat Cicipi Flying Fox (INDOPOS)
Penyandang Cacat Menikmati Alam dengan Outbound (Liputan 6 SCTV)


Menangis saat Cicipi Flying Fox (INDOPOS)

ADA yang tidak biasa di Kampung Main Cipulir (KMC), Cidodol, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kemarin. Di tempat tersebut, puluhan anak tunanetra diuji ketangkasan dalam fun game, out bound dan berkuda. Pusat agrowisata secara khusus menghibur anak yang berasal dari murid SLBA, Lebak Bulus Jakarta Selatan Ayu Yuniarsi, misalnya. Dia tak kenal takut ketika harus mencoba flying fox, labirin hingga mencoba perahu getek. ”Outbond baru pertama kali ini merasakannya".

Selamanya ini hanya mendengar saja,” akunya gembira. Lain lagi yang dialami Sasa ketika bermain di arena out bond itu. Ia sempat menangis takut karena harus memegang ayam. Cara itu memang dilakukan panitia untuk mengenalkan kepada anak-anak bentuk hewan sungguhan. ”Belum pernah pegang ayam, kelinci apa lagi naik kuda. Di sekolah kan belum Ada,” ucapnya sesegukan sembari menyeka air mata.

Program outbound for the visually impaired secara khusus dirancang KMC untuk tunanetra. Selain bisa menikmati sensasi out bond, tetapi anak-anak juga dapat mencoba ketangkasan. Menguji nyali dan mengajarkan kekompakan kerjasama tim. ”Outbond untuk tunanetra ini baru pertama kali di Indonesia,” kata Jarot Sujadi konsultan KMC yang merancang program itu. Suasana outbond dikonsep dengan nuansa pedesaan alami dan rindang pepohonan.

Memacu adrenalin pengunjung yang ingin bertualang. Selain belajar anakanak juga bisa dibimbing para instruktur. ”Bisa latihan fisik juga emosi bagi anak tunanetra,” terangnya. Enaknya lagi, ketika mencoba mancing ikan yang tersedia di lokasi. Komplek seluas tiga hektar itu juga dilengkapi dengan futsal, kolam renang. Lengkap dengan saung serta penginapan bagi yang datang rombongan. Ada pula camping ground yang bisa dimanfaatksn untuk tim beregu dan rombongan keluarga. Dijelaskan Jarot Sujadi, selain untuk anak sekolah KMC juga disiapkan bagi family gathering, pesta pernikahan, arisan dan meeting. ”Jarak tidak begitu jauh dan mudah dijangkau bagi warga Jakarta yang ingin menikmati liburan sambil belajar,” katanya. (yer).

Berita Terkait:

Lintas Petang: "Permainan Outbound bagi Penyandang Tuna Netra" (MNC TV)
Penyandang Cacat Menikmati Alam dengan Outbound (Liputan 6 SCTV)

Penyandang Tuna Netra Menikmati Alam dengan Outbound (Liputan 6 SCTV)




22/01/2011 13:14 Julianus Kriswantoro
Liputan6.com, Jakarta: Berkegiatan di luar ruang atau outbound bisa dilakukan oleh siapa pun, termasuk para penyandang tuna netra. Kegiatan ini bisa mengasah kemampuan dan melatih kepercayaan diri mereka. Hal tersebut seperti dilakukan murid-murid Sekolah Luar Biasa (SLB) A Pembina Tingkat Nasional, Jakarta Selatan, belum lama ini
Satu demi satu permainan bisa mereka coba. Mulai dari melewati halang rintang, memanjat tali, meniti jembatan kayu dan tali, tarik tambang, hingga flying fox. Tentunya, hal itu menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi mereka
Selain mencoba kegiatan fisik yang jarang dilakukan, mereka juga berkesempatan mengenal alam, mengenal jenis buah-buahan, hewan, dan mencoba menunggang kuda. Dengan demikian, kekurangan indera penglihatan bukanlah halangan untuk mencoba sesuatu yang baru.(BJK/ANS)
Berita Terkait:

Senin, 17 Januari 2011

Taman Wisata Matahari Puncak

"Bukan berlibur namanya kalau belum pergi ke gunung". Semboyan itu masih berlaku bagi Warga Jakarta dan sekitarnya. Mulai sejak Jumat sore sampai Sabtu jalan tol Jakarta - Ciawi dipenuhi kendaraan yang ingin menghabiskan Weekend di Puncak. Begitu juga arus balik pada Hari Minggunya.

Masalah kemacetan tak terpecahkan walau sistem buka tutup lalu lintas menuju - dari puncak diterapkan. Jalanan macet padat merayap seolah tak dirasakan saat bersama anggota keluarga.

Pesona Wisata Puncak memang seolah tiada habisnya. Daya tarik wisata tumbuh subur seiring geliat bisnis yang melihat peluang diversifikasi dari bentuk wisata yang telah eksis di Puncak seperti Taman Safari dan Perkebunan Teh Gunung Mas.

Berbeda dengan yang sudah ada, Taman Wisata Matahari menargetkan pangsa pasar mereka pada kelas ekonomi ke bawah. Dengan harga tiket masuk yang murah, kurang dari Rp.5000,- lebih banyak anggota keluarga dan kerabat yang bisa ikut pergi berlibur.

Fasilitas yang tersedia: Flying Fox, Bungee TrampolinVilla, dan Motor ATV; Wahana permainan air: seperti Arung Jeram, perahu motor, sepeda air, perahu dayung, bumper boat, paddle boat dan big ballon; Wahana Permainan Anak seperti Komidi Putar, Cartoon Train, dan Batterai Car. Tempat pemancingan Ikan, penginapan dan fasilitas lainnya.

Alamat Taman Wisata Matahari Puncak : Jl. Raya Puncak Km.77 Cilember Bogor, Telepon (0251)8252239 atau (0251)8252337, Fax. : (0251)8252261. Click! "Peta Wisata Puncak"